Temui Gus Ipul, Sejumlah Ulama dan Kiai serahkan Dukungan Pembebasan Yerusalem

Image
Saturday, 23 December 2017 | 21:58:29 WIB


SURABAYA (Nusapos.com) Sejumlah Ulama dan Kiai lintas organisasi dari Bangil Pasuruan temui Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk menyerahkan surat dukungan upaya pembebasan Yerussalem dari klaim Amerika Serikat sebagai ibu kota Israel.

"Kami sengaja mendatangi Gus Ipul karena beliau ini yang saya lihat mulai awal aktif mengawal suara-suara pro Yerusalem dan Palestina," kata KH Fahrurrozi (Gus Fahrur) koordinator ulama Bangil usai menyerahkan surat dukungan bagi pembebasan Yerusalem kepada Gus Ipul, Sabtu (23/12) kemarin.

Setelah diterima Wagub Jatim, para ulama juga berharap supaya surat tersebut segera diteruskan ke pemerintah pusat. "Saya minta surat ini kemudian disampaikan ke Presiden Jokowi sehingga suara kita benar-benar bisa didengar pemerintah pusat, " pinta Gus Fahrur.

Surat dari para ulama Bangil yang diberikan pada Gus Ipul itu setidaknya berisi enam poin. Diantaranya, meminta Presiden AD Donald Trump segera menarik keputusan mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel. "Jika Amerika tidak mengindahkan permintaan para ulama ini, maka kami mendesak Pemerintah Indonesia segera memulangkan Dubes AS di Jakarta dan menutup Konjen AS di Surabaya, " tegas Gus Fahrur. 

Para ulama ini juga mengharapkan seluruh negara di dunia khususnya negara-negara Islam segera mengakui kemerdekaan penuh bagi Negara Palestina. "Kami juga menyerukan seluruh umat Islam membacakan doa Qunut Nazilah untuk Palestina," tambah Gus Fahrur.

Sebelum bertemu Gus Ipul, beberapa hari yang lalu para ulama Bangil ini juga sempat mendatangi Konsulat Jenderal Amerika di Surabaya guna menyuarakan hal yang sama.

Menanggapi surat ini, Gus Ipul mengaku akan segera menyampaikannya ke Pemerintah pusat. "Kita tidak ingin lagi ada kekerasan di Palestina terutama di Yerusalem," kata Ketua PBNU ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul  juga mengapresiasi aksi yang dilakukan para ulama Bangil ini karena dilakukan tanpa kekerasan. "Banyak masyarakat saat ini tergerak membela Negeri Palestina. Mereka membiayai sendiri aksinya dan banyak berdoa. Saya kira cara-cara seperti ini dengan menyuarakan kedamaian dan doa bisa ditiru," pungkasnya. (tis) 

Sumber : -

Laporan : Try

Editor : Red

loading...