Pencurian Di Palembang Di Lakukan Oleh Pengantin Baru

Image
Monday, 15 May 2017 | 21:09:02 WIB 1037

Sebagai kepala keluarga, SD alias YU (25), bukannya menjadi iman yang baik bagi DA alias IC (21), tapi malah mengajak istri yang baru dinikahinya tiga bulan itu melakukan aksi kejahatan.

Alasannya sepele, tersangka mengaku hanya ingin mencari modal dari barang-barang curiannya itu untuk biaya pembuatan Kartu Keluarga, yang dia sendiri pun tidak tahu berapa biayanya.

“Saya mau bikin Kartu Keluarga, tapi tidak punya uang,” katanya di Mapolda Sumsel, pada Jumat (12-05-2017).

Tersangka YU, bersama Ica diamankan oleh anggota Subdit III Jatanras Polda Sumsel, saat melakukan aksi pencurian di salah satu rumah kos di Jalan Dwikora Ilir Timur 1 Palembang atau tepatnya di depan Palembang Square Mall, pada tanggal 29 April lalu, sekira pukul 20.00 wib.

Setibanya di TKP, YU meminta istrinya menunggu di luar untuk mengawasi kondisi sekitar. Sementara, dia sendiri masuk ke dalam kosan dengan cara merusak kunci pintu dan gembok.

“Saat masih di dalam itulah, ketahuan sama pemilik kosan dan diteriaki maling,” ucap warga Komplek Rusunawa Jalan Letnan Kasnariansyah, 20 Ilir IT 1 Palembang.

Dengan terus menutupi wajah dengan tangannya, tersangka YU berkilah tidak ada niat untuk membobol rumah korban.

Awalnya, dia hanya ingin mengajak jalan-jalan sang istri ke PS Mal dan berencana membeli tas. Namun saat melewati kawasan di TKP, muncullah niat jahat untuk mencuri dan membobol rumah.

Dari tangannya, polisi berhasil mengamankan satu jam tangan merek DKNY, empat buah tas, satu buah parfum merek Mimo, satu buah celengan berisi uang logam dan tiga pasang sepatu.

“Saya mau ajak istri ke mal, mau beli tas. Tapi, khilaf saat lihat rumah korban sepi,” ungkapnya.

Sementara sang istri, IC, mengaku tidak tahu-menahu jika suaminya akan membobol rumah dan mencuri.

Dia hanya diminta tunggu di luar di dekat motor, yang juga diketahui merupakan pinjaman dari teman YU.

“Suami kerjanya sopir truk, tapi sekarang belum ada panggilan. Saya tidak tahu kalau, mau diajak mencuri,” ucap perempuan warga Jalan Untung Suropati Kel. Beringin Jaya Kemiling Kota Bandar Lampung.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan kasus pasangan suami istri ini memang cukup menarik perhatian pihaknya. Sebab, keduanya saling berjasama untuk mencuri dengan melakukan pengrusakan terhadap rumah korban.

“Kita akan jerat dengan Pasal 363 KUHP, pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” jelas Kapolda Sumsel.

Kapolda Sumsel juga mengungkapkan, pihaknya pun berhasil mengungkap lebih kurang lebih sembilan kasus tindakan kejahatan lainnya yang terjadi di wilayah Sumsel.

Selain kasus pencurian, ada pula kasus narkoba, dengan tersangka inisial SD. Namun tersangka kini diserahkan ke Unit Reskrim Umum karena memiliki senjata api rakitan, sehingga akan diproses dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa izin.

Disebutkan hukuman maksimal adalah hukuman mati, hukuman seumur hidup dan 20 tahun penjara.

“Selain itu, kita juga mengamankan pelaku (Ritsu Boy Rianto) pembuat denah untuk kasus perampokann di Bank BRI di Kabupaten PALI. Jadi tersangka ini yang membuat denah (TKP), bukan otak pelaku,” jelas Kapolda Sumsel.

[Humas Polda Sumsel]


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...
Post
Jawa Barat
Post
Internasional
Post
Sumatra Barat
Post
Internasional
Post
Internasional

Trump Pecat Direktur FBI

6 bulan yang lalu 1170
Post
Kaltim

Banjir di Kutai Barat Terus Meluas

6 bulan yang lalu 1071
Post
Jatim
Post
techno
Post
Religion

Menghidupkan Malam Nisfu Sya'ban

6 bulan yang lalu 965
Post
Sumatra Barat
Post
Sumatra Barat

Kakek Cabul Akhirnya Di Tangkap

6 bulan yang lalu 1101
Post
Yogyakarta
Post
Jakarta
Post
Jakarta
Post
Riau
Post
Jakarta
Post
Internasional
Post
Riau